Rock crawling adalah bentuk ekstrim dari mengemudi off-road. Peserta menggunakan kendaraan mulai dari stok hingga yang sangat dimodifikasi untuk mengatasi rintangan (biasanya batu). Dalam rock crawling, pengemudi mengemudikan kendaraan roda empat yang sangat dimodifikasi seperti truk, Jeep, dan "buggy" di atas medan yang sangat keras. Lokasi mengemudi termasuk batu-batu besar, kaki gunung, tumpukan batu, jalur gunung, dll.
Rock crawling adalah tentang mengemudi dengan kecepatan lambat, hati-hati dan tepat, dan torsi tinggi yang dihasilkan melalui pengurangan gigi besar di drivetrain kendaraan. Perayap tebing sering berkendara ke atas, ke bawah, dan melintasi rintangan yang tampaknya tidak dapat dilewati. Sebagian besar kendaraan yang digunakan untuk panjat tebing terutama adalah 4x4.
Kompetisi rock crawling berkisar dari acara lokal hingga seri nasional. Kompetisi rock crawling terdiri atas rintangan yang panjangnya sekitar 100 hingga 200 yard (91 hingga 183 m). Setiap rintangan diatur dengan gerbang, mirip dengan lapangan ski. Biasanya seorang spotter (orang yang memandu pembalap) membantu pembalap melewati rintangan yang sulit. Spotter juga dapat menggunakan tali untuk membantu mencegah kendaraan terbalik.


