Glasiasi Huronian (atau glasiasi Makganyene) berlangsung dari 2400 juta tahun yang lalu (mya) hingga 2100 mya, selama era Palaeoproterozoikum. Itu dinamai setelah bukti dikumpulkan dari wilayah Danau Huron di Amerika Utara. Di sana, tiga cakrawala terpisah dari endapan glasial dipisahkan oleh sedimen non-glasial.
Itu adalah salah satu zaman es yang paling parah dan terpanjang dalam sejarah geologi, mirip dengan zaman es Bumi Bola Salju yang terjadi di era Neoproterozoikum.
Glasiasi mungkin dipicu oleh Peristiwa Oksigenasi Besar (GOE), yang menghilangkan metana atmosfer (gas rumah kaca), dan akhirnya memasok oksigen bebas ke atmosfer. Periode hangat dan zaman es yang bergantian mungkin disebabkan oleh siklus yang berulang. Cyanobacteria tumbuh subur pada periode hangat, menghasilkan oksigen dalam jumlah besar. Oksigen menghilangkan metana bebas, dan menggunakan karbon dioksida. Hal ini menyebabkan suhu jatuh. Hal ini memperlambat bakteri. Jadi suhu naik lagi.
Namun demikian, ada kemungkinan juga bahwa ada jeda 250 juta tahun dalam aktivitas gunung berapi, yang menghasilkan tingkat karbon dioksida yang lebih rendah sehingga mengurangi efek rumah kaca.