Harmonik dalam musik adalah nada-nada yang dihasilkan dengan cara khusus. Mereka adalah nada-nada yang dihasilkan sebagai bagian dari "deret harmonik".

Dalam fisika, harmonik adalah gelombang yang ditambahkan ke gelombang fundamental dasar. Artikel ini membahas tentang gelombang suara, yang dapat dipahami secara jelas dengan melihat senar alat musik.

Ketika pemain biola memainkan nada pada senar biola, senar mulai bergetar sangat cepat. Getaran ini membuat udara bergetar dan gelombang suara merambat ke telinga kita sehingga kita dapat mendengarnya. Jika nada benar-benar murni, senar akan bergerak dalam bentuk sinusoidal yang sempurna dan hanya menghasilkan satu frekuensi, tetapi sebaliknya ada beberapa frekuensi yang dihasilkan pada saat yang sama bersama dengan frekuensi utama. Nada yang dimainkan pada senar biola membuat senar bergetar dengan cara yang sangat rumit. Ada nada dasar (fundamental), tetapi ditambahkan ke nada-nada kecil lainnya yang semuanya menambah suara dengan cara khusus yang memberi tahu kita bahwa itu adalah biola yang dimainkan dan bukan klarinet atau suara manusia.

Semakin tinggi nada, semakin cepat senar bergetar. A di atas C tengah (senar A pemain biola) bergetar pada 440Hz (440 kali per detik). Ini adalah "fundamental" atau "harmonik pertama". Harmonik kedua bergetar dua kali lebih cepat (rasio 2:1): 880Hz. Ini memberikan nilai A satu oktaf lebih tinggi. Harmonik ketiga akan memberikan rasio 3:2. Ini akan menjadi E (satu oktaf dan seperlima di atas fundamental). Semakin tinggi harmoniknya semakin tenang, tetapi rasionya selalu berupa bilangan bulat (bukan pecahan).

Setiap nada yang dimainkan pada alat musik sebenarnya merupakan kombinasi dari beberapa nada atau "harmonik", meskipun kita mungkin tidak menyadari bahwa kita mendengar lebih dari satu nada pada satu waktu. Mainkan C terendah pada piano. Sekarang temukan C berikutnya yang satu oktaf lebih tinggi. Tekan tuts ini dengan sangat perlahan sehingga tidak berbunyi dan tahan. Sambil menahannya, mainkan lagi C terbawah dengan suara keras dan sangat pendek. C yang ditahan secara diam-diam sekarang akan berbunyi. Hal ini karena senar C tersebut sedikit bergetar karena merupakan harmonik dari C rendah (senar dapat bergetar karena peredamnya terlepas dari senar saat nada ditahan). Hal yang sama dapat dilakukan dengan menahan nada G berikutnya, lalu C berikutnya, lalu E. Semakin tinggi nada, semakin redup (lebih tenang) harmonisasinya. Contoh musik di bawah ini menunjukkan nada-nada dari rangkaian harmonik dalam notasi musik.

Untuk mendengar nada-nada dari rangkaian harmonik, klik di sini: klik di sini.