Grameen Bank adalah bank pengembangan masyarakat yang dimulai di Bangladesh. Mereka memberikan pinjaman kecil (dikenal sebagai kredit mikro atau "grameencredit" [1]) kepada orang miskin tanpa meminta uang sebelum pinjaman diberikan. Kata "Grameen", terbuat dari kata "gram" atau "desa", dan berarti "dari desa". Sistem bank ini didasarkan pada gagasan bahwa orang miskin memiliki keterampilan tetapi tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan keterampilan mereka tanpa uang. Bank ini juga mengendalikan beberapa bisnis, seperti perusahaan kain, telepon dan energi. Sebagian besar pinjaman bank diberikan kepada kaum wanita.

Grameen Bank dimulai pada tahun 1976 ketika Profesor Muhammad Yunus, seorang sarjana Fulbright dan Profesor di Universitas Chittagong, meneliti bagaimana menyediakan perbankan bagi masyarakat miskin pedesaan. Pada bulan Oktober 1983, Proyek Bank Grameen dijadikan bank independen oleh pemerintah. Kelompok ini dan anggota pertamanya, Muhammad Yunus, dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2006.

Beberapa orang mengatakan bahwa harga bank terlalu mahal dan membuat orang terjebak dalam perangkap utang. Beberapa orang juga mengatakan bahwa bank tidak akan berfungsi jika orang tidak memberikan sumbangan. Pada saat yang sama, bank ini sering dipandang sebagai kisah sukses dalam keuangan mikro dan sebagai panduan bagi kelompok lain di seluruh dunia.