Lem adalah bahan lengket (biasanya cairan) yang dapat merekatkan dua benda atau lebih. Lem bisa dibuat dari bagian tumbuhan atau hewan, atau bisa juga dibuat dari bahan kimia berbasis minyak.

Lem pertama mungkin merupakan cairan alami yang keluar dari pohon ketika pohon itu dipotong. Kemudian, orang belajar membuat lem dengan merebus kaki binatang, tulang rawan atau tulang. Beberapa lem yang sangat kuat pertama kali dibuat dari tulang ikan, karet atau susu.

Lem sederhana bisa dibuat di rumah dengan mencampurkan gandum, tepung dan air. Lem ini akan merekatkan potongan-potongan kertas. Banyak jenis seni yang bisa dibuat dengan menggunakan lem. Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan menggunakan lem untuk menempelkan benda-benda berwarna di atas kertas.

Beberapa lem dapat digunakan untuk mencegah air keluar dari perahu, bangunan atau kendaraan. Dalam hal ini, lem bisa disebut caulk. Sebagian bahan buatan manusia, termasuk bahan seperti kayu, dibuat dengan menggunakan lem untuk menyatukan potongan-potongan kecil bahan atau serbuk.

Meskipun banyak lem yang aman, namun beberapa jenis lem tertentu mengandung bahan kimia yang berbau menyengat. Beberapa orang mengendus lem ini untuk mendapatkan efek mabuk. Kadang-kadang orang menghirup uapnya secara tidak sengaja. Ini adalah ide yang sangat buruk karena bahan kimia ini sering kali merupakan racun dan dapat menyebabkan kerusakan otak atau penyakit.

Lem juga bisa dibuat dari beras atau tepung beras.