Deborah Sampson adalah seorang wanita yang berpakaian seperti pria, sehingga dia bisa bergabung dengan tentara Amerika dalam Perang Revolusi. Perang Revolusi adalah perang antara Britania Raya dan tiga belas koloni asli. Deborah Sampson berasal dari keluarga miskin. Dia bekerja sebagai hamba sahaya dari usia delapan hingga usia delapan belas tahun. Dia bekerja tanpa bayaran untuk sebuah keluarga, tetapi keluarga itu mengizinkannya belajar dan menghabiskan waktu bersama putra-putra mereka.

Sampson ingin mengabdi dalam perang melawan Inggris, tetapi Angkatan Darat Amerika hanya mau menerima laki-laki. Dia berpakaian seperti seorang pria, dan dia masuk ke Tentara Kontinental. Dia menggunakan nama Robert Shurtleff. Dia kemudian menikah. Dia bekerja sebagai guru. Dia juga berbicara di depan umum tentang pengalamannya dalam perang.

Selama masa perang, ia melakukan berbagai cara untuk merahasiakan identitasnya. Dia pernah ditebas di kepala oleh musuh, namun membalutnya sendiri. Dia juga tertembak di kaki dua kali. Tapi, agar orang tidak mengetahui siapa dia, dia menarik peluru dari kakinya sendiri. Dalam perang, dia pingsan karena demam. Dia pergi ke rumah sakit karena itu dan di sinilah rekan-rekan dan atasannya mengetahui bahwa dia adalah seorang wanita.

Bahkan jika dia berbohong untuk masuk tentara, keberaniannya diakui dan dia dihormati oleh Jenderal dan Kongresnya juga.