Burung Cendrawasih adalah burung penyanyi dari keluarga Paradisaeidae. Mereka hidup di Indonesia bagian timur, Maluku, Papua Nugini, Kepulauan Selat Torres, dan Australia bagian timur. Yang paling dikenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk jenis spesiesnya, burung cendrawasih besar, Paradisaea apoda.
Mereka hidup di hutan tropis seperti hutan hujan, rawa-rawa dan hutan lumut, dan membangun sarangnya dari bahan lunak, seperti daun, pakis, dan monster sulur, biasanya ditempatkan di percabangan pohon.
Mereka terkenal karena bulu dan perilaku jantannya yang luar biasa. Mereka adalah contoh ekstrim bagaimana seleksi seksual bekerja. Burung betina memilih burung jantan yang secara naluriah mereka lihat sebagai spesimen yang bagus dari spesies mereka. Warna bulu, konstruksi sarang, nyanyian, dan tarian kawin, semuanya berperan. Pada beberapa spesies, pasangannya bersifat monogami, dan pada spesies lainnya, pejantan bersifat poligami. Jika mereka monogami, pejantan terlihat mirip dengan betina. Jika mereka berpoligami, pejantannya jauh lebih mencolok daripada betinanya. Dalam kedua kasus tersebut, betinalah yang memilih pasangannya.
Perburuan untuk mendapatkan bulu dan perusakan habitat telah menurunkan beberapa spesies ke status terancam punah. Kerusakan habitat akibat deforestasi sekarang menjadi ancaman utama.

