Dalam sistem politik dua partai, partai ketiga adalah partai selain dua partai utama. Meskipun istilah ini seharusnya digunakan hanya ketika membahas partai terbesar ketiga, namun sering digunakan untuk menggambarkan partai yang lebih kecil. Misalnya, di Inggris Raya, partai ketiga adalah partai politik nasional selain Partai Konservatif dan Partai Buruh yang memiliki kehadiran di House of Commons. Di Amerika Serikat, partai ketiga adalah partai politik selain Partai Demokrat atau Partai Republik yang memiliki pengaruh nasional.

Istilah "partai ketiga" digunakan di negara-negara dengan sistem pemilihan first past the post karena sistem ini cenderung menciptakan sistem dua partai karena partai-partai kecil yang sukses jarang ada.

Negara-negara yang menggunakan representasi proporsional memiliki kecenderungan yang lebih kecil untuk menciptakan sistem dua partai karena partai-partai kecil yang sukses adalah hal yang biasa. Bahkan, koalisi antara partai-partai kecil adalah hal yang normal di negara seperti itu. Sebuah partai pada umumnya perlu memiliki tingkat keberhasilan tertentu untuk bisa disebut sebagai partai ketiga. Partai-partai kecil yang hanya meraih persentase kecil suara dan tidak memiliki kursi di lembaga legislatif sering disebut partai kecil atau partai pinggiran.

Partai ketiga biasanya tidak mungkin memenangkan kursi kepresidenan. Meskipun demikian, ada banyak alasan bagi partai ketiga untuk mencalonkan diri. Dalam pemilihan umum, dua partai utama mendengarkan pendapat partai ketiga. Partai-partai besar harus menanggapi pendapat-pendapat ini, dan kadang-kadang partai-partai besar meniru gagasan-gagasan dari partai ketiga. Beberapa partai ketiga juga berharap bahwa partai tersebut dapat secara perlahan-lahan membangun dukungannya dan pada akhirnya menjadi salah satu partai yang dominan, seperti yang dilakukan Partai Buruh di Inggris.