Permadani Bayeux adalah kain sulaman sepanjang 0,5 x 68,38 meter (1,6 x 224,3 kaki) - bukan permadani yang sebenarnya - yang menggambarkan peristiwa yang mengarah ke penaklukan Norman atas Inggris serta peristiwa invasi itu sendiri. Permadani ini diberi keterangan dalam bahasa Latin. Dipamerkan di museum khusus di Bayeux, Normandia yang disebut Musée de la Tapisserie de Bayeux.
Permadani ini menceritakan kisah penaklukan Norman atas Inggris. Dua pihak yang bertempur adalah Inggris Anglo-Saxon, yang dipimpin oleh Harold Godwinson, yang baru saja dinobatkan sebagai Raja Inggris, dan bangsa Norman, yang dipimpin oleh William sang Penakluk.
Permadani ini dianggap sebagai salah satu contoh terbesar seni Anglo-Saxon, karena, meskipun dipesan oleh seorang Norman, namun permadani ini dibuat oleh pengrajin Inggris (Anglo-Saxon). Permadani ini juga sangat penting sebagai dokumen sejarah.
Sama halnya dengan hiasan bersulam lainnya dari periode awal abad pertengahan, karya ini secara konvensional disebut sebagai "permadani", meskipun bukan permadani sejati di mana desainnya ditenun ke dalam kain; sebenarnya ini adalah sulaman.
Permadani Bayeux disulam dengan benang wol di atas dasar linen yang ditenun dengan tabby, menggunakan dua metode jahitan: outline atau stem stitch untuk huruf dan garis besar figur, dan couching atau laid work untuk mengisi figur-figur. Linen dirangkai dalam panel-panel dan telah ditambal di banyak tempat.
Warna benang utama adalah terakota atau russet, biru-hijau, emas kusam, hijau zaitun, dan biru, dengan sedikit warna biru tua atau hitam dan hijau sage.


