Pengeboman strategis adalah strategi militer yang digunakan untuk menghancurkan kemampuan ekonomi musuh untuk berperang. Ini adalah serangan dari udara. Misi pengeboman strategis biasanya menyerang target seperti pabrik, rel kereta api, kilang minyak, dan kota. Misi pengeboman taktis akan menyerang target seperti pangkalan militer, fasilitas komando dan kontrol, lapangan terbang, dan tempat pembuangan amunisi.
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) selama bertahun-tahun telah menggunakan pesawat pembom strategis. Pesawat pembom tersebut digunakan untuk mengebom kota-kota dan kamp-kamp yang digunakan oleh pasukan lawan.
Pengeboman strategis adalah ide yang pertama kali dicoba pada Perang Dunia I. Ini digunakan oleh Luftwaffe Jerman. Mereka mengebom London. Kemudian pesawat pembom Gotha bisa membawa lebih dari satu ton bom. Kolonel Angkatan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat (USAAF) Billy Mitchell mempromosikan pengeboman strategis di Amerika Serikat. Dia memiliki ide-ide baru tentang perang udara strategis dan taktis. Pembom strategis USAAF pertama adalah B-17 Flying Fortress.
Pengeboman strategis penting dalam Perang Dunia II. Dalam Pertempuran Inggris, Angkatan Udara Jerman hampir mengalahkan Inggris dengan menyerang Angkatan Udara Kerajaan dan pabrik-pabrik yang memasok peralatan mereka. Kemudian armada pembom besar musuh-musuh Nazi Jerman dan Kekaisaran Jepang menghancurkan negara-negara tersebut.