Permainan ritme, atau aksi ritme, adalah jenis video game aksi bertema musik. Permainan ini sebagian besar berfokus pada tarian atau simulasi permainan alat musik. Pemain harus menekan tombol sesuai dengan perintah dari game, yang sesuai dengan irama lagu. Dengan melakukan hal tersebut, protagonis atau avatar game akan menari atau memainkan alat musik mereka dengan benar, sehingga mencapai skor yang lebih besar. Permainan ini dapat dimainkan dengan controller genggam, meskipun perangkat kontrol yang berbeda telah dibuat untuk memainkan permainan ritme, seperti controller berbentuk gitar dan drum untuk permainan alat musik, dan bantalan yang sensitif terhadap tekanan (disebut alas dansa) yang harus diinjak oleh pemain untuk permainan menari. Kinect untuk Xbox 360 memungkinkan pemain menggunakan seluruh tubuh mereka untuk mengontrol permainan dengan melacak gerakan mereka. Beberapa game memiliki mode multi-pemain, di mana pemain dapat bermain sebagai anggota band atau kru tari, atau bersaing satu sama lain.

Judul PaRappa the Rapper tahun 1996 adalah game ritme pertama yang berpengaruh. Desain dasar game ini menjadi pola yang diikuti oleh game ritme selanjutnya. Pada tahun 1997, Beatmania dari Konami memulai popularitas game ritme di Jepang. Divisi musik perusahaan, Bemani, merilis banyak game musik selama beberapa tahun berikutnya. Yang paling sukses di antaranya adalah game dance mat Dance Dance Revolution, yang juga merupakan satu-satunya yang mencapai kesuksesan berskala besar di luar Jepang. Gaya permainan ini ditiru oleh banyak permainan lainnya, sampai dirilisnya Guitar Hero dari Harmonix. Game ini terinspirasi oleh game Jepang sebelumnya yang serupa, tetapi Harmonix menambahkan musik rock yang ditujukan untuk audiens Barat. Keberhasilan game ini menghidupkan kembali genre ini dan lahirlah dua waralaba yang sangat sukses, yaitu Guitar Hero dan Rock Band. Keberhasilan keduanya memperluas pasar video game konsol dan demografinya. Pada tahun 2008, game ritme dianggap sebagai salah satu genre video game paling populer, di belakang game aksi lainnya. Namun, karena ada begitu banyak spin-off dari judul-judul inti pada tahun 2009, terjadi penurunan penjualan hampir 50% untuk game musik, menyebabkan mereka mengurangi rencana untuk ekspansi lebih lanjut pada tahun 2010.