Paranoia adalah kondisi kesehatan mental yang memengaruhi pikiran seseorang. Seseorang dengan paranoia disebut paranoid. Paranoia adalah proses berpikir yang sangat dipengaruhi oleh kecemasan atau ketakutan, sering kali sampai pada titik irasionalitas dan delusi.
Pemikiran orang paranoid dibentuk oleh rasa takut dan cemas. Misalnya, orang tersebut mungkin takut bahwa orang lain "keluar untuk mendapatkan mereka" atau berencana untuk menyakiti mereka. Mereka mungkin percaya bahwa kamera video sedang mengawasi mereka, atau bahwa kelompok tertentu (seperti polisi atau CIA) sedang mengikuti mereka. Mereka mungkin juga percaya bahwa orang lain dapat mengendalikan pikiran mereka atau menggunakan sihir untuk menyakiti mereka. Bahkan jika ketakutan-ketakutan ini tampak aneh atau tidak masuk akal bagi orang lain, mereka merasa sangat nyata bagi orang dengan paranoia. Mereka benar-benar percaya bahwa mereka berada dalam bahaya.
Paranoia berbeda dengan fobia. Dalam fobia, seseorang memiliki rasa takut yang irasional, tetapi tidak menyalahkan siapa pun atas ketakutan ini. Orang yang paranoid akan sering membuat tuduhan palsu dan mengatakan bahwa sesuatu itu disengaja, padahal itu hanya kebetulan atau kecelakaan.
Jika seseorang benar-benar paranoid, ketakutan mereka tidak boleh dijelaskan oleh kepercayaan umum, seperti agama mereka. Misalnya, beberapa agama mengatakan bahwa orang dapat menggunakan sihir untuk menyakiti orang lain. Jadi seseorang dari salah satu agama tersebut tidak boleh didiagnosis sebagai paranoid hanya karena dia memiliki keyakinan ini. Mereka juga harus memiliki keyakinan paranoid lainnya - yang tidak dapat dijelaskan oleh keyakinan agama - untuk didiagnosis dengan paranoid.
Sering kali, orang dengan paranoia juga memiliki gangguan pikiran lainnya, atau gangguan suasana hati. Paranoia bisa menjadi gejala skizofrenia, gangguan bipolar, dan penyakit mental lainnya.
Dalam pembicaraan sehari-hari, orang mungkin menggunakan "paranoid" untuk mengartikan kekhawatiran yang lebih normal. Sebagai contoh, seseorang mungkin menyebut seorang teman paranoid karena berpikir bahwa gurunya membencinya.