Orang nomaden (atau pengembara) adalah orang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bukannya tinggal di satu tempat. Contoh yang paling dikenal di Eropa adalah gipsi, Roma, Sinti, dan pelancong Irlandia. Banyak kelompok etnis dan komunitas lain yang secara tradisional nomaden; seperti Berber, Kazakh, dan Badui.

Orang menjadi nomaden karena berbagai alasan. Kebanyakan nomaden adalah pria berkeluarga yang menggembalakan ternak mereka, seperti sapi, atau kuda dari padang rumput ke padang rumput. Orang-orang ini harus berpindah tempat karena cuaca. Pengembara lainnya adalah pedagang dan pengrajin (orang yang membuat sesuatu), bepergian untuk bertukar barang atau untuk mempraktikkan kerajinan mereka di tempat yang dibutuhkan.

Pengembara yang mengikuti kawanan ternak mereka biasanya tinggal di tenda-tenda dengan sedikit barang di dalamnya, seperti bangsa Mongol. Pengembara yang berdagang atau mempraktikkan kerajinan tangan biasanya memiliki gerobak yang mereka gunakan untuk bepergian, karena gerobak lebih baik untuk membawa barang.

Suku Sami dari Lapland adalah suku semi-nomaden yang mengikuti kawanan rusa kutub. Mereka adalah orang-orang yang bermigrasi yang memimpin kawanan rusa kutub mereka sendiri ke tempat mencari makan musim dingin dan kemudian mengembalikannya di musim semi ke tempat mencari makan yang dekat dengan pangkalan permanen, tempat keluarga mereka tinggal. Siklus ini terjadi setiap tahun.

Keterampilan hidup nomaden juga bisa berguna dalam perang bergerak, dan telah digunakan dalam menyerang orang-orang pertanian dan perkotaan yang menetap. Genghis Khan dan gerombolan Mongol, misalnya menaklukkan daerah yang luas di Asia dengan mengorganisir diri mereka sebagai kavaleri.