Objek dekat Bumi (NEO) adalah objek Tata Surya yang orbitnya membawa objek tersebut dekat dengan Bumi.

Jarak terkecil mereka dari Matahari, perihelion mereka, kurang dari 1,3 AU. NEO termasuk asteroid dekat Bumi (NEA) dan komet dekat Bumi.

Mereka termasuk lebih dari sepuluh ribu asteroid dekat Bumi (NEA), komet dekat Bumi, beberapa pesawat ruang angkasa yang mengorbit matahari, dan meteoroid yang cukup besar untuk dilacak di ruang angkasa sebelum menabrak Bumi. Tabrakan di masa lalu memiliki peran penting dalam membentuk sejarah geologi dan biologi planet ini.

Dalam beberapa kasus NEO menghantam Bumi. Sebagian besar meteor-meteor ini meledak tidak berbahaya di atmosfer atas. Tetapi beberapa NEO berbahaya. Kami mencoba mencari tahu kapan meteorit ini akan menghantam Bumi dengan menggunakan prediksi tumbukan. Pada 30 Juni 1908, sebuah meteorit berdiameter sekitar 45 meter meledak di atas lembah Sungai Podkamennaya Tunguska. Meteorit tersebut melepaskan energi 10-15 megaton TNT dan menghancurkan sekitar 2.000 kilometer persegi hutan. Ledakan seperti itu, mirip dengan salah satu senjata nuklir terbesar, bisa meratakan London sejauh jalan lingkar M25. Namun, karena lokasinya terpencil, tidak ada korban jiwa yang tercatat. Asosiasi Penjelajah Luar Angkasa memperkirakan bahwa peristiwa seperti Tunguksa terjadi rata-rata dua atau tiga kali setiap seribu tahun. Sebuah asteroid berdiameter sekitar 10 km diperkirakan telah menghantam Bumi 66 juta tahun yang lalu dan menyebabkan peristiwa kepunahan K/T, termasuk punahnya semua dinosaurus non-unggas.