Dalam geodesi, busur meridian adalah jarak antara dua titik dengan bujur yang sama. Dalam geometri, busur adalah sebuah busur: sebuah segmen dari sebuah kurva. Panjang tali imajiner yang diletakkan di atas bola dunia akan menjadi jarak tersebut.
Dua atau lebih pengukuran seperti itu pada tempat yang berbeda mendapatkan bentuk ellipsoid referensi yang paling mirip dengan bentuk geoid. Proses ini disebut "penentuan bentuk Bumi". Penentuan paling awal dari ukuran Bumi bulat menggunakan busur tunggal. Penentuan terbaru menggunakan pengukuran astro-geodetik dan metode geodesi satelit untuk mendapatkan ellipsoid referensi.
Ilmuwan Aleksandria Eratosthenes sekitar 240 SM, pertama kali menghitung nilai yang baik untuk keliling Bumi. Dia tahu bahwa pada titik balik matahari musim panas di siang hari setempat, matahari melewati zenith di kota Mesir kuno Syene (Assuan). Dia juga tahu dari pengukurannya sendiri bahwa, pada saat yang sama di kota asalnya, Alexandria, jarak zenith adalah 1/50 dari satu lingkaran penuh (7,2°). Dengan mengasumsikan bahwa Alexandria berada di utara Syene, Eratosthenes menyimpulkan bahwa jarak antara Alexandria dan Syene haruslah 1/50 dari keliling Bumi.
Pada tahun 1687 Newton mempublikasikan dalam Principia sebuah bukti bahwa Bumi adalah sebuah spheroid oblate dengan perataan yang sama dengan 1/230.