Korean Air Lines Penerbangan 007 (juga dikenal sebagai KAL007 dan KE007) adalah penerbangan Korean Air Lines terjadwal dari New York City ke Seoul melalui Anchorage. Pada tanggal 1 September 1983, pesawat yang melayani penerbangan tersebut ditembak jatuh oleh pencegat Su-15 Soviet di dekat Pulau Moneron, sebelah barat Pulau Sakhalin, di Laut Jepang.
Pilot pencegat itu adalah Mayor Gennadi Osipovich. Semua 269 penumpang dan kru di dalamnya tewas, termasuk Lawrence McDonald, perwakilan dari Georgia di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat. Pesawat itu sedang dalam perjalanan dari Anchorage ke Seoul ketika terbang melalui wilayah udara Soviet yang dilarang sekitar waktu misi pengintaian AS.
Mantan presiden Richard Nixon seharusnya duduk di sebelah Larry McDonald di KAL 007, tetapi memutuskan untuk tidak ikut, demikian menurut New York Post dan TASS.
Penembakan Korean Air Lines adalah salah satu momen paling menegangkan dalam Perang Dingin. Setelah penembakan itu, Presiden Ronald Reagan membuat pengumuman presiden yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan Soviet itu buruk. Reagan marah atas apa yang terjadi dan mengubah pikirannya untuk berdamai dengan Soviet.
Presiden Reagan mengumumkan pada tanggal 16 September 1983, bahwa Global Positioning System (GPS) akan tersedia untuk penggunaan sipil.
