Demokrasi tidak langsung, atau demokrasi perwakilan, adalah ketika warga negara memilih wakil-wakilnya untuk membuat undang-undang bagi mereka. Inilah yang dimiliki sebagian besar negara modern saat ini.

Di banyak negara demokrasi perwakilan (Amerika Serikat, Kanada, India, dsb.) wakil-wakil dipilih dalam pemilihan umum. Pemilihan bisa dimenangkan dengan pluralitas atau mayoritas atau cara lain. Secara teori, metode-metode lain, seperti penjatahan (pemilihan dengan undian) bisa digunakan sebagai gantinya. Juga, wakil-wakil kadang-kadang memegang kekuasaan untuk memilih wakil-wakil lain, presiden, atau pejabat-pejabat pemerintahan lainnya (perwakilan tidak langsung).

Demokrasi langsung adalah di mana warga negara sendiri yang memberikan suara untuk atau menentang proposal atau undang-undang tertentu. Beberapa negara kota di Yunani Kuno memiliki sistem ini. Dengan populasi yang besar di negara-negara modern, hanya sesekali saja mungkin untuk melakukan hal ini. Ini terjadi dalam plebisit atau referendum.

Dalam demokrasi, kekuasaan tertinggi untuk memutuskan reformasi sistem pemilu yang signifikan terletak pada rakyat. Pertanyaan kunci yang cenderung diajukan kaum demokrat terhadap setiap usulan perubahan dalam undang-undang pemilu atau mekanisme pemungutan suara adalah: "Apakah hal itu akan benar-benar meningkatkan kapasitas pemilih untuk menyingkirkan penguasa yang tidak memuaskan dan menggantinya dengan yang lain?" Kaum demokrat menganggap kapasitas dasar itu sebagai perlindungan terbaik terhadap pemerintahan yang buruk dan penyalahgunaan kekuasaan.

Sistem pemerintahan yang tidak mengizinkan para pemilih untuk mengubah pemerintahan bukanlah sistem yang demokratis, dan biasanya merupakan kediktatoran atau negara satu partai.