Perzinahan adalah kata yang digunakan dalam teks-teks keagamaan seperti Keluaran 20:14. Ini berlaku untuk orang yang sudah menikah yang tidur dengan orang lain selain orang yang dinikahinya. Perzinahan biasanya disertai dengan hukuman yang berat, misalnya, hukuman mati dengan cara dirajam di beberapa negara Muslim. Di kebanyakan negara, perzinahan bukan lagi sebuah kejahatan, tetapi kebanyakan orang masih melihatnya sebagai hal yang buruk. (lihat Injil Yohanes 8) Jika seseorang yang sudah menikah melakukan perzinahan, suami atau istri orang tersebut biasanya memiliki hak untuk dapat pergi ke pengadilan untuk menceraikan mereka.
Kata perzinahan bukan berasal dari kata "adult", seperti yang umumnya dianggap di negara-negara berbahasa Inggris, tetapi dari kata Latin Akhir untuk "to alter, corrupt": "adulterare". "Adulterare" pada gilirannya dibentuk oleh kombinasi "ad" (menuju), dan "alter" (lain), bersama dengan bentuk infinitif "are" (menjadikannya kata kerja). Dengan demikian maknanya secara harfiah adalah "membuat yang lain". Sebaliknya, kata "adult" (yang berarti seseorang yang sudah dewasa) berasal dari akar kata Latin lainnya, "adolescere", yang berarti tumbuh atau dewasa: kombinasi dari "ad" (menuju), "alere" (untuk memelihara, untuk tumbuh), dan infiks inchoative "sc" (yang berarti masuk ke dalam keadaan).

