Ekidna paruh panjang barat (Zaglossus bruijni) adalah salah satu ekidna yang hidup di Nugini. Fosil spesies ini juga telah ditemukan di Australia. Ekidna ini adalah salah satu dari empat ekidna yang masih hidup, tiga di antaranya adalah spesies Zaglossus.
Ekidna ini hidup dari ketinggian 1300m hingga 4000m di atas permukaan laut. Ia hidup di padang rumput alpine dan hutan lembab di pegunungan. Berbeda dengan echidna paruh pendek yang memakan semut dan rayap, spesies paruh panjang memakan cacing tanah. Ekidna ini juga lebih besar dari spesies berparuh pendek. Ekidna ini dapat dibedakan dari spesies Zaglossus lainnya dari jumlah cakar di kaki depan dan belakang. Ia memiliki tiga (jarang empat) cakar.
Ini adalah spesies yang terancam punah. Populasinya telah berkurang akibat hilangnya habitat dan perburuan. Ekidna paruh panjang enak dimakan. Meskipun perburuan spesies ini telah dilarang oleh pemerintah Indonesia dan Papua Nugini, namun perburuan tradisional diperbolehkan.
Pada bulan Februari 2006, sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Conservation International menemukan populasi mereka dalam apa yang mereka gambarkan sebagai "dunia satwa liar yang hilang" di Pegunungan Foja di Provinsi Papua, Indonesia.
Echidna dan Platipus adalah monotremes, satu-satunya mamalia yang bertelur.