Tjuntjuntjara adalah komunitas Aborigin terpencil di tenggara Australia Barat. Terletak di Gurun Victoria Besar, di dalam Cagar Alam Gurun Victoria Besar. Jaraknya sekitar 700 kilometer (430 mi) di sebelah timur Kalgoorlie. Tempat terdekat dengan lebih banyak orang adalah kota Laverton, 460 km (290 mi). Tjuntjuntjara terhubung ke Irrunytju di utara dengan jalur tanah.

Ada sekitar 160 orang yang tinggal di Tjuntjuntjara. Mereka berbicara dalam variasi selatan bahasa Pitjantjatjara. Mereka mengidentifikasi diri sebagai bagian dari sekelompok orang yang dikenal sebagai pilanguṟu (artinya "dari dataran spinifex"). Kelompok orang ini termasuk di antara mereka yang dipindahkan dari tanah air mereka pada tahun 1950-an dan 1960-an karena pengujian senjata nuklir di Woomera Test Range. Sebagian besar orang yang sekarang tinggal di Tjuntjuntjara sebelumnya tinggal di Cundeelee, yang saat itu merupakan sebuah misi Kristen, lebih jauh ke barat. Komunitas lain dari orang-orang pilanguṟu termasuk Oak Valley dan Yalata, di perbatasan Australia Selatan.

Tjuntjuntjara didirikan pada akhir tahun 1980-an. Cundeelee ditutup, sehingga sekelompok tetua memimpin anggota kembali ke timur ke kampung halaman mereka untuk mendirikan komunitas baru. Pilihan pertama untuk lokasi adalah Yakadunya (sekitar 160 km atau 99 mil dari Tjuntjuntjara). Sebuah sumur bor air dibor dan kamp sementara dibentuk, tetapi tidak ada cukup air di dalam tanah. Masyarakat pindah ke utara ke tempat yang sekarang menjadi Tjuntjuntjuntjara.

Sejak itu, Tjuntjuntjara tumbuh menjadi komunitas yang besar. Tempat ini bertindak sebagai pusat layanan untuk beberapa outstation. Outstations ini ditempati pada waktu-waktu tertentu dalam setahun untuk berburu dan mengumpulkan dan upacara. Komunitas ini diatur oleh dewan lokal. Fasilitas dan layanan dikelola oleh Paupiyala Tjarutja Aboriginal Corporation, sebuah organisasi nirlaba. Komunitas ini memiliki klinik kesehatan sendiri. Sekolah komunitas, Sekolah Komunitas Terpencil Tjuntjuntjara, dibuka pada tahun 2008. Baik klinik maupun sekolah dibantu oleh pemerintah federal. Surat diterbangkan dengan pesawat sekali seminggu. Sebuah truk mengantarkan pasokan makanan ke masyarakat setiap dua minggu sekali. Tidak ada kantor polisi.

Spinifex Arts Project didirikan pada tahun 1997 bagi masyarakat untuk menciptakan karya seni.

Komunitas ini terus berkembang. Ada sekitar 40 orang yang tinggal di Tjuntjuntjara selama tahun 1980-an. Pada sensus 2006, ada 150 orang, dan pada sensus 2011 ada 162 orang yang tinggal di 17 rumah.