"Pikirkan anak-anak" (juga "Bagaimana dengan anak-anak?") adalah frasa yang menjadi strategi yang digunakan ketika Anda sedang berdebat dengan seseorang. Pada dasarnya dalam penggunaan yang paling sederhana, frasa ini dapat berarti hanya hak-hak anak, seperti misalnya berbicara tentang masalah pekerja anak. Tetapi ketika frasa ini digunakan di tengah-tengah argumen, frasa ini dapat digunakan untuk mencoba membuat orang merasa emosional ketika memikirkan kebutuhan anak-anak, dan kemudian mencoba membodohi orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan karena mereka mungkin takut bahwa mereka tidak ingin menyakiti anak-anak.
Buku Art, Argument, and Advocacy (2002) mengatakan bahwa menggunakan frasa ini menggantikan emosi dan bukannya alasan di tengah-tengah argumen dengan seseorang. Ahli etika Jack Marshall menulis pada tahun 2005 bahwa frasa ini sangat populer karena dapat menghentikan orang untuk berperilaku rasional terutama ketika mereka berbicara tentang moral. "Pikirkan anak-anak" digunakan oleh para pendukung sensor untuk mencoba membela anak-anak dari hal-hal yang mereka anggap berbahaya bagi anak-anak muda ini. Buku Community, Space and Online Censorship (2009) menulis bahwa menyebut anak-anak hanya bayi yang membutuhkan perlindungan adalah bentuk terlalu fokus pada konsep kemurnian. Sebuah artikel tahun 2011 dalam Journal for Cultural Research menulis bahwa "Pikirkan anak-anak" disebabkan oleh orang-orang yang berpikir terlalu keras tentang memberi tahu semua orang apa yang harus dilakukan dan perbedaan antara benar dan salah.

