"The Princess and the Pea" adalah dongeng sastra karya Hans Christian Andersen. Pertama kali diterbitkan di Kopenhagen, Denmark pada tahun 1835. Dongeng ini muncul sebagai dongeng ketiga dalam buku pertama Andersen's Fairy Tales Told for Children. Dongeng lain dalam buku kecil itu adalah "Kotak Tinder", "Klaus Besar dan Klaus Kecil", dan "Bunga-bunga Ida Kecil".
Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis yang kebangsawanannya terbentuk oleh kepekaannya terhadap kacang polong yang diletakkan di bawah kasurnya. Cerita tentang kepekaan super jarang terjadi. Namun demikian, kisah-kisah ini tidak dikenal dalam literatur dan pengetahuan dunia. Andersen mendengar kisah kacang polong saat masih kecil, tetapi tidak dikenal dalam tradisi rakyat Denmark. Dia mungkin mendengar versi Swedia dari kisah tersebut.
Para kritikus tidak menyukai keempat cerita ini. Mereka tidak menyukai gaya informal dan cerewetnya. Mereka menganggap cerita-cerita itu tidak bermoral. Cerita-cerita itu tidak mempromosikan perilaku yang baik dan adat istiadat zaman itu. "Little Claus and Big Claus", misalnya, menampilkan kebohongan, penipuan, pencurian, dan perilaku berzina yang tidak dihukum.
Cerita ini telah diadaptasi ke berbagai media termasuk program televisi di Shelley Duval's Fairy Tale Theatre. Sebuah drama musikal yang populer pada tahun 1960-an didasarkan pada cerita berjudul Once Upon a Mattress. Drama ini dibintangi oleh komedian Carol Burnett.

