Proper motion adalah nama untuk cara bintang-bintang tampak bergerak perlahan-lahan relatif satu sama lain ketika dilihat dari Bumi.

Pergerakan ini disebabkan oleh fakta bahwa semua bintang (termasuk Matahari) bergerak melalui ruang angkasa dengan kecepatan ratusan kilometer per detik. Namun, karena jaraknya yang sangat jauh, kita membutuhkan waktu yang lama untuk melihat bahwa bintang-bintang tersebut telah bergerak, dan bahkan dibutuhkan teleskop yang kuat untuk melihat perbedaannya. Karena itu, untuk waktu yang lama, kebanyakan orang mengira bahwa bintang-bintang tidak bergerak sama sekali. Bahkan orang-orang Yunani kuno, yang tahu banyak tentang bintang-bintang dan menemukan beberapa cara lain bintang-bintang bergerak, seperti presesi bintang, tidak menemukan gerak semu (meskipun mereka mungkin menduganya).

Proper motion tidak terbukti ada sampai tahun 1718 ketika Edmond Halley melihat bintang Sirius, Arcturus dan Aldebaran telah bergerak dari tempat mereka berada di grafik bintang yang digambar oleh Hipparchus sekitar tahun 130 SM. Namun, bahkan setelah lebih dari 1.800 tahun, bintang-bintang itu bergerak kurang dari setengah derajat.

Proper motion berguna bagi para astronom untuk mengetahui seberapa jauh jarak sebuah bintang dari Bumi karena bintang-bintang yang dekat biasanya memiliki proper motion yang lebih besar (artinya bergerak lebih cepat melintasi langit) daripada bintang-bintang yang lebih jauh. Sebagai contoh, bintang Barnard memiliki proper motion terbesar dari bintang manapun, bergerak 10,3 arcseconds per tahun. Ini sama dengan seperempat derajat, atau setengah diameter Bulan di langit, hanya dalam 87 tahun. Ini adalah bintang terdekat kedua dengan Bumi pada jarak 5,98 tahun cahaya. Selain itu, delapan dari sepuluh bintang dengan proper motion terbesar berjarak kurang dari 15 tahun cahaya.