Overclocking adalah proses mengkonfigurasi prosesor komputer atau sirkuit elektronik lainnya agar berjalan lebih cepat daripada yang dirancang untuk itu. Overclocking memungkinkan komputer menjadi lebih cepat dan lebih responsif. Prosesor yang di-overclock cenderung menggunakan lebih banyak listrik dan menghasilkan lebih banyak panas daripada prosesor yang berjalan pada kecepatan yang seharusnya. Sering kali perlu memasang heat sink yang lebih baik untuk menghindari prosesor terlalu panas. Jika prosesor di-overclock terlalu tinggi, hal ini dapat merusak prosesor atau membuat komputer tidak stabil. Meningkatkan voltase prosesor dapat memungkinkan prosesor dijalankan pada kecepatan yang lebih tinggi, di mana prosesor tidak stabil, tetapi hal ini memiliki risiko yang sangat tinggi untuk merusak prosesor.

Overclocking biasanya dilakukan di utilitas setup BIOS komputer. Sebagian besar komputer bermerek seperti Dell, HP, dan lainnya tidak mengizinkan overclocking di utilitas pengaturan BIOS, tetapi komputer yang dibuat khusus biasanya mengizinkannya. Anda juga dapat melakukan sebaliknya, yang disebut underclocking, di mana prosesor dijalankan pada kecepatan yang lebih rendah dari yang dimaksudkan. Hal ini dapat dilakukan untuk memperpanjang masa pakai baterai dan mengurangi output panas. Underclocking biasanya tidak akan merusak prosesor dan bahkan mungkin membuatnya bertahan lebih lama. Beberapa prosesor secara otomatis melakukan underclocking sendiri ketika komputer tidak melakukan banyak pekerjaan.