Bendungan Rendah Aswan atau Bendungan Aswan Lama adalah bendungan yang melintasi Sungai Nil di Aswan, Mesir. Bendungan ini dibangun dari pasangan bata dan ditahan di tempatnya hanya dengan gravitasi. Bendungan ini merupakan bendungan pertama yang melintasi Sungai Nil, dan dibangun oleh Inggris antara tahun 1899 dan 1902. Ketika selesai dibangun, bendungan ini merupakan bendungan batu terbesar di dunia. Bendungan jenis ini disebut bendungan penopang.
Bendungan ini dibangun di bekas katarak pertama Sungai Nil, dan berjarak sekitar 1000 km ke hulu sungai dan 690 km (jarak langsung) di selatan-tenggara Kairo. Ketika pertama kali dibangun antara tahun 1899 dan 1902, belum pernah ada yang sebesar bendungan ini yang pernah dicoba.
Bendungan ini dirancang untuk menyediakan penyimpanan air banjir tahunan. Air tersebut digunakan untuk membantu aliran musim kemarau dan mendukung lebih banyak irigasi. Ketinggiannya awalnya dibatasi karena kekhawatiran akan Kuil Isis di Phillae (Kuil Philae). Kuil itu kemudian dipindahkan ke Pulau Agilkia di Danau Nasser.
Bendungan ini menyediakan kapasitas penyimpanan yang tidak memadai untuk pengembangan yang direncanakan dan ditinggikan dua kali, antara tahun 1907-1912 dan lagi 1929-1933. Peninggian ini masih belum memenuhi permintaan irigasi dan pada tahun 1946 bendungan ini hampir tertutup oleh air dalam upaya untuk memaksimalkan ketinggian kolam.
Hal ini akhirnya menyebabkan pembangunan Bendungan Tinggi Aswan 6 kilometer (3,7 mi) di bagian hulu.
Fungsi kedua dari bendungan adalah untuk menyediakan listrik. Air yang dibendung menggerakkan turbin air dan generator. Ini masih berfungsi sampai sekarang. Teknologi ini (hidroelektrik) telah ditemukan pada abad ke-19 di Inggris dan Jerman, dan pada tahun 1900 digunakan di Amerika Serikat dan sebagian besar negara-negara Eropa. Mesir mendapat akses ke teknologi ini karena pada saat itu, Mesir berada di bawah kendali Inggris. Khedive adalah Abbas II, yang biasanya harus melakukan apa yang diinginkan Inggris.
