Badan intelijen adalah badan pemerintah. Tugasnya adalah mengumpulkan, menganalisis, dan menggunakan informasi untuk mendukung pemerintah.

Ada dua bagian dalam hal ini, dan biasanya dilakukan oleh badan-badan yang terpisah. Bagian pertama adalah mengumpulkan informasi (untuk "memata-matai") di negara lain. Bagian lainnya adalah mengawasi orang-orang di negara asal yang mungkin menimbulkan masalah. Kegiatan ketiga adalah untuk bertahan melawan badan intelijen asing di negara asal. Ini disebut kontra-intelijen, dan sering kali dilakukan oleh badan yang terpisah.

Apa yang ditemukan oleh badan-badan tersebut disebut "intelijen". Ini dapat digunakan untuk membantu penegakan hukum, keamanan, pertahanan dan kebijakan luar negeri.

Metode-metode pengumpulan informasi kadang-kadang terselubung (tersembunyi) dan kadang-kadang cukup terbuka. Metode terselubung mungkin dengan mencuri dan menyalin dokumen rahasia. Metode terbuka adalah dengan membaca semua karya yang dipublikasikan mengenai suatu masalah penting, dan menganalisanya. Banyak materi penting yang dipublikasikan secara terbuka di negara-negara demokratis.

Untuk mendapatkan informasi rahasia, organisasi-organisasi ini menggunakan spionase, mencegat sinyal (menyadap telepon, meretas komputer), kriptanalisis (memecahkan kode), dan memikirkan apa arti informasi tersebut. Menyatukan dan mengkomunikasikan informasi dikenal sebagai analisis dan penilaian intelijen.

Beberapa lembaga telah terlibat dalam pembunuhan, perdagangan senjata, kudeta, dan penempatan informasi yang salah (propaganda) serta operasi rahasia lainnya, untuk mendukung kepentingan mereka sendiri atau pemerintah mereka.