Heuristik adalah seni menemukan solusi yang memadai untuk suatu masalah, dengan menggunakan pengetahuan yang terbatas dan waktu yang sedikit. Lebih formal lagi, heuristik didasarkan pada pengalaman; heuristik dapat mempercepat pencarian solusi dengan menggunakan aturan-aturan sederhana. Pencarian yang lengkap mungkin memakan waktu terlalu lama, atau mungkin terlalu sulit untuk dilakukan.
Dalam istilah yang lebih tepat, heuristik adalah strategi yang menggunakan informasi yang mudah diakses, meskipun dapat diterapkan secara longgar, untuk mengontrol pemecahan masalah pada manusia dan mesin.
Heuristik dapat digunakan dalam beberapa bidang ilmu pengetahuan, tetapi tidak dalam bidang lainnya: Untuk ekonomi, solusi yang meleset satu persen sering kali dapat diterima; teleskop yang memiliki kesalahan satu derajat mungkin tidak dapat digunakan jika diarahkan ke objek yang jauh. Teleskop yang sama yang diarahkan ke jendela di seberang jalan, mungkin masih bisa mentolerir kesalahan ini; meleset satu derajat tidak akan berdampak besar pada jarak yang dekat.
Heuristik dapat digunakan untuk memperkirakan jawaban yang kemudian dibuat lebih jelas dengan melakukan solusi eksak pada skala yang sangat kecil, mungkin untuk menghemat waktu, uang atau tenaga kerja pada suatu proyek - misalnya tebakan heuristik mengenai berapa berat jembatan yang diharapkan untuk dibawa dapat digunakan untuk menentukan apakah jembatan harus terbuat dari kayu, batu atau baja, dan jumlah yang sesuai dari material yang dibutuhkan dapat dibeli sementara desain jembatan yang tepat sedang diselesaikan.
Namun demikian, penggunaan heuristik dalam bidang-bidang tertentu yang sangat teknis dapat merusak - ilmu komputer adalah salah satu contohnya. Memprogram komputer untuk melakukan lebih atau kurang tindakan yang diinginkan dapat mengakibatkan gangguan yang parah. Oleh karena itu, tugas-tugas komputer pada umumnya harus cukup tepat. Namun demikian, ada beberapa bidang tertentu di mana komputer dapat menghitung solusi heuristik dengan aman - misalnya teknologi pencarian Google sangat bergantung pada heuristik, menghasilkan kecocokan "near-miss" untuk permintaan pencarian ketika kecocokan yang tepat tidak dapat ditemukan. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengoreksi kesalahan apa pun yang dihasilkan pencarian. Contoh: Mencari nama "Peter Smith" dan tidak dapat menemukan nama persisnya, mesin pencari secara heuristik mencocokkan "Pete Smith" sebagai gantinya, dan orang yang menggunakan mesin pencari harus memutuskan apakah Pete dan Peter adalah orang yang sama.