Ambiguitas berarti bahwa apa itu sesuatu, tidak jelas. Secara harfiah, kata tersebut mengacu pada pilihan antara dua hal yang berbeda. Dalam arti yang tepat, kata ini seharusnya berarti "dua makna yang berbeda" karena "ambi" berasal dari kata Yunani untuk "dua".

Kita melihat sesuatu terjadi, dan kemudian kita memutuskan apa artinya. Jika kita tidak dapat memutuskan apa yang sedang terjadi, maka peristiwa itu ambigu. Ini adalah perluasan dari penggunaan asli kata tersebut.

Kata-kata atau kalimat yang ambigu dapat menyebabkan kesalahpahaman (orang salah paham). Hal ini kadang-kadang bisa serius, tetapi bisa juga lucu. Lelucon sering mengandalkan ambiguitas.

Kalimat "Para petani memberontak" adalah ambigu karena bisa berarti:

  • 1) Para petani berdiri di jalanan dengan plakat yang meneriakkan "Kami ingin gaji lebih" ("memberontak" adalah kata kerja di sini).
  • 2) Para petani sangat mengerikan, menjijikkan ("memberontak" sebagai kata sifat).

Komedian Inggris, Ronnie Barker, mengatakan bahwa dia menyukai bahasa Inggris karena ada begitu banyak lelucon yang bisa Anda buat dengan menggunakan ambiguitas. Dia memberikan contoh ini:

Seorang ibu berkata kepada anak laki-lakinya yang masih kecil: "Johnny, pergilah ke jalan dan lihatlah berapa umur Nyonya Jones". Anak itu kembali dan berkata kepada ibunya: "Nyonya Jones mengatakan bahwa itu bukan urusanku".

Sang ibu memaksudkan "tua" dengan cara yang bersahabat ("Nyonya Jones tua yang tersayang"), tetapi kalimat itu juga bisa berarti: cari tahu usia Nyonya Jones. Ini jelas bagaimana Johnny memahami instruksi ibunya.

Kebalikan dari ambigu adalah tidak ambigu (artinya sesuatu yang sangat jelas dan hanya memiliki satu makna).

Ambiguitas tidak sama dengan ketidakjelasan, yang berarti bahwa hanya ada sedikit detail yang diberikan sehingga suatu pernyataan bisa berarti hampir apa saja.