Dalam kosmologi fisika modern, prinsip kosmologis adalah prediksi yang didasarkan pada gagasan bahwa alam semesta hampir sama di semua tempat apabila dilihat pada skala besar.
Gaya-gaya diharapkan bekerja secara seragam di seluruh alam semesta. Oleh karena itu, seharusnya tidak ada penyimpangan yang dapat diamati dalam struktur skala besar. Struktur adalah hasil evolusi medan materi setelah Big Bang.
Astronom William Keel menjelaskan:
Prinsip kosmologis biasanya dinyatakan secara formal sebagai 'Dilihat pada skala yang cukup besar, sifat-sifat alam semesta adalah sama untuk semua pengamat. Ini merupakan pernyataan yang sangat filosofis bahwa bagian dari alam semesta yang dapat kita lihat adalah sampel yang adil, dan bahwa hukum fisika yang sama berlaku di seluruh alam semesta.
Dua konsekuensi yang dapat diuji dari prinsip kosmologis adalah homogenitas dan isotropi. Homogenitas berarti bahwa bukti pengamatan yang sama tersedia untuk pengamat di lokasi yang berbeda di alam semesta ("bagian dari alam semesta yang dapat kita lihat adalah sampel yang adil"). Isotropi berarti bahwa bukti pengamatan yang sama tersedia dengan melihat ke arah mana pun di alam semesta ("hukum fisik yang sama berlaku di seluruh"). Prinsip-prinsip ini terkait erat, karena alam semesta yang tampak isotropik dari dua (untuk geometri bola, tiga) lokasi juga harus homogen.