Yukultji Napangati adalah seorang seniman Aborigin Australia. Ia adalah pelukis dari kelompok seniman Papunya Tula. Ia adalah bagian dari generasi pelukis wanita yang mengikuti jejak para seniman Papunya Tula pria asli.

Yukultji dibesarkan di sekitar Marruwa, sebuah kubangan air di dekat Danau Mackay. Ia tumbuh tanpa mengetahui tentang tempat-tempat seperti Kiwirrkurra, atau kerabatnya yang tinggal di sana. Dia tidak pernah bertemu dengan orang dari luar keluarganya sendiri. Keluarganya menjalani cara hidup nomaden yang sepenuhnya tradisional. Ayahnya, Lanti (atau "Joshua"), pernah tinggal untuk waktu yang singkat di misi di Balgo, tetapi ia melarikan diri setelah mendapat masalah karena mencuri makanan. Keputusannya untuk tinggal di gurun pasir, dan membuat keluarganya jauh dari kota. Ayah Yukultji meninggal sekitar tahun 1980. Keluarga ini akhirnya berhubungan dengan orang luar pada bulan Oktober 1984, dan menetap di Kiwirrkurra. Peristiwa itu menjadi berita besar pada saat itu, dan keluarga ini menjadi terkenal sebagai "pengembara terakhir". Yukultji adalah yang termuda dari kelompok ini.

Yukultji mengalami guncangan budaya yang besar ketika pertama kali keluar dari padang pasir. Dia sering menemukan hal-hal baru yang sulit untuk dipahami. Dalam sebuah wawancara, dia ingat, "Saya melompat ke dalam mobil dan berjongkok, dan saya melihat pohon-pohon bergerak. Saya ketakutan. Saya takut. Saya langsung melompat karena pohon-pohon itu berlomba di sekitar tempat itu."

Yukultji mulai melukis pada awal tahun 1990-an. Sebelumnya, ia telah menyaksikan saudara-saudaranya melukis dan kemudian memutuskan untuk mencobanya sendiri. Dia melukis cerita dan lagu dari mimpinya dan ibunya. Cerita-cerita ini adalah tentang negara tradisionalnya, di sekitar Marruwa, Ngaminya dan Marrapinti.

Lukisan-lukisannya ditampilkan di beberapa koleksi publik di Australia. Karyanya telah ditampilkan di lebih dari 80 pameran di Australia dan luar negeri. Dia adalah finalis dalam National Aboriginal and Torres Strait Islander Art Awards, pada tahun 2006, 2009, 2010 dan 2011. Pada tahun 2012, Yukultji memenangkan Alice Prize, sebuah penghargaan untuk seniman Australia di Alice Springs.