Menurut tradisi lokal kuno, pada tanggal 2 Januari tahun 40 Masehi, Perawan Maria menampakkan diri kepada Yakobus di tepi Sungai Ebro di Kaisaraugusta, ketika ia sedang memberitakan Injil di Spanyol. Dia konon menampakkan diri di atas sebuah pilar, Nuestra Señora del Pilar, dan pilar itu dilestarikan dan dihormati di dalam Basilika Bunda Maria Pilar yang sekarang, di Zaragoza, Spanyol. Setelah penampakan itu, St Yakobus kembali ke Yudea, di mana ia dipenggal kepalanya oleh Raja Herodes Agripa I pada tahun 44.
Pemindahan relikinya dari Yudea ke Galicia di barat laut Iberia dilakukan, dalam legenda, oleh serangkaian kejadian ajaib: dipenggal di Yerusalem dengan pedang oleh Herodes Agrippa sendiri, tubuhnya diangkat oleh malaikat, dan berlayar dengan perahu tanpa kemudi dan tanpa pengawasan ke Iria Flavia di Spanyol, di mana batu besar menutup relikinya, yang kemudian dipindahkan ke Compostela. Historia Compostellana abad ke-12 memberikan ringkasan legenda Santo Yakobus seperti yang diyakini di Compostela. Ada dua gagasan yang menjadi pusatnya: pertama, bahwa Santo Yakobus mewartakan Injil di Spanyol dan juga di Tanah Suci; kedua, bahwa setelah kemartirannya di tangan Herodes Agripa I, murid-muridnya membawa jasadnya melalui laut ke Spanyol, di mana mereka mendarat di Padron di pesisir Galicia, dan membawanya ke pedalaman untuk dimakamkan di Santiago de Compostela.
Keaslian relik suci Compostela ditegaskan dalam Bulla Paus Leo XIII, "Omnipotens Deus," pada tanggal 1 November 1884.
Tradisi di Compostela menempatkan penemuan relik-relik orang kudus pada masa raja Alfonso II (791-842) dan uskup Theodemir dari Iria. Tradisi-tradisi ini menjadi dasar bagi rute ziarah yang mulai dibangun pada abad ke-9, dan kuil yang didedikasikan untuk Yakobus di Santiago de Compostela, di Galicia, Spanyol, menjadi situs ziarah paling terkenal di dunia Kristen. Jalan Santo Yakobus adalah sebuah pohon rute yang melintasi Eropa Barat dan tiba di Santiago melalui Spanyol Utara. Akhirnya Yakobus menjadi santo pelindung Spanyol.
Nama "James" dalam bahasa Inggris berasal dari "Iacobus" (Jacob) dalam bahasa Latin. Di Spanyol timur, Jacobus menjadi "Jacome" atau "Jaime"; di Catalunya, menjadi Jaume, di Spanyol barat menjadi "Iago", dan Portugal dan Galicia menjadi Tiago. "Santo Yakobus" ("Sanctus Jacobus") menjadi "Sant' Iago", yang disingkat menjadi Santiago. Lambang Santo Yakobus adalah cangkang kerang (atau "kerang kerang"), dan para peziarah ke kuilnya sering mengenakan simbol itu di topi atau pakaian mereka.