Biologi molekuler
Selama pertengahan hingga akhir 1950-an, Crick membantu memilah cara protein disintesis. Pada tahun 1958, Crick membuat daftar semua fitur utama dari proses sintesis protein:
- informasi genetik yang tersimpan dalam urutan molekul DNA
- molekul RNA pembawa pesan untuk membawa instruksi untuk membuat satu protein ke ribosom dalam sitoplasma
- molekul adaptor ("mereka mungkin mengandung nukleotida") untuk mencocokkan urutan pendek nukleotida dalam molekul messenger RNA dengan asam amino tertentu
- kompleks ribonukleat-protein yang mengkatalisis perakitan asam amino menjadi protein sesuai dengan RNA pembawa pesan
Molekul adaptor akhirnya terbukti sebagai tRNA dan "kompleks ribonukleat-protein" katalitik dikenal sebagai ribosom. Sebuah langkah penting kemudian disadari (pada tahun 1960) bahwa RNA pembawa pesan tidak sama dengan RNA ribosom.
Pertanyaan mendasar berikutnya adalah sifat pasti dari kode genetik. Dalam artikelnya pada tahun 1958, Crick berspekulasi, seperti yang dilakukan orang lain, bahwa triplet nukleotida dapat mengkode asam amino. Crick juga menggunakan istilah "dogma sentral" untuk merangkum gagasan yang menyiratkan bahwa aliran informasi genetik antara molekul makro pada dasarnya satu arah:
DNA → RNA → Protein
Dalam pemikirannya tentang proses yang menghubungkan gen DNA dengan protein, Crick memperjelas perbedaan antara materi yang terlibat, energi yang dibutuhkan, dan aliran informasi. Crick berfokus pada komponen ketiga ini (informasi) dan ini menjadi prinsip pengorganisasian dari apa yang kemudian dikenal sebagai biologi molekuler.
Neurofisiologi
Pada fase akhir karirnya, Crick dan Christof Koch menerbitkan serangkaian artikel tentang kesadaran (1990-2005).
Crick memutuskan untuk memfokuskan karyanya pada bagaimana otak menghasilkan kesadaran visual dalam beberapa ratus milidetik setelah melihat pemandangan. Buku Crick, The Astonishing Hypothesis, membuat argumen bahwa ilmu saraf sekarang memiliki alat yang diperlukan untuk memulai studi ilmiah tentang bagaimana otak menghasilkan pengalaman sadar.
Institut Francis Crick
Francis Crick Institute adalah pusat penelitian biomedis senilai £660.000.000 di London. Francis Crick Institute adalah kemitraan antara Cancer Research UK, Imperial College London, King's College London, Medical Research Council, University College London (UCL) dan Wellcome Trust. Lembaga ini merupakan pusat penelitian biomedis dan inovasi terbesar di Eropa.
Institut ini berada di sebelah stasiun St Pancras di Euston Road. Memiliki anggaran tahunan lebih dari £100 juta. Atap berkubah bangunan ini disusun menjadi dua cangkang dan dilengkapi dengan panel surya. Sepertiga bangunan berada di bawah tanah untuk mengurangi massa yang terlihat.