Fesyen Victoria mengacu pada berbagai mode dan tren dalam budaya Inggris di Britania Raya dan Kerajaan Inggris sepanjang era Victoria, kira-kira tahun 1830-an hingga 1900-an. Periode ini menyaksikan banyak perubahan dalam mode, termasuk perubahan dalam pakaian, arsitektur, sastra, dan seni visual.
Pada masa-masa awal mode, gaun wanita sederhana dan pucat. Kesederhanaan adalah fitur yang sangat penting dari Mode Victoria, gaun yang menutupi lengan dan turun sampai ke pergelangan kaki sangat disukai.
Pada tahun 1907, pakaian semakin banyak dibuat oleh pabrik dan sering dijual di department store besar dengan harga tetap. Jahit khusus dan jahit rumahan masih signifikan, tetapi mengalami penurunan. Mesin dan bahan baru mengembangkan pakaian dalam banyak cara.
Pengenalan mesin jahit lock-stitch pada abad pertengahan menyederhanakan pembuatan pakaian rumah dan butik. Mesin jahit ini memudahkan untuk menambahkan hiasan yang akan mahal jika dilakukan dengan tangan. Mesin renda membuat renda dengan biaya yang lebih murah daripada renda buatan tangan yang lama. Para penemu mengembangkan pewarna baru, murah, dan cerah seperti mauveine yang menggantikan pewarna hewani atau nabati yang lama.

