Provenance, dari bahasa Prancis provenir, "berasal dari", mengacu ke sejarah kepemilikan, atau posisi benda bersejarah.

Istilah ini awalnya digunakan dalam kaitannya dengan karya seni. Sekarang istilah ini digunakan dalam berbagai bidang, termasuk arkeologi, paleontologi, arsip, manuskrip, buku cetak, dan ilmu pengetahuan serta komputasi. Alasan utama untuk melacak asal usul suatu objek adalah untuk mendapatkan bukti produksi atau penemuan aslinya. Hal ini memiliki nilai khusus untuk membantu mengotentikasi objek, untuk membuktikan apa adanya. Provenance pada dasarnya adalah masalah dokumentasi.

Dalam arkeologi, istilah provenience digunakan dalam pengertian yang terkait namun berbeda dengan provenance. Para peneliti arkeologi menggunakan provenience untuk merujuk pada lokasi tiga dimensi atau titik penemuan artefak atau fitur di dalam situs arkeologi, sedangkan provenance mencakup sejarah lengkap objek yang terdokumentasi. Idealnya, dalam ekskavasi modern, provenience atau tempat penemuan direkam (bahkan divideokan) dengan sangat presisi, tetapi dalam kasus-kasus lama hanya situs umum atau perkiraan area yang mungkin diketahui, terutama ketika artefak ditemukan di luar ekskavasi profesional dan posisinya yang spesifik tidak tercatat. Sebuah benda mungkin memiliki provenience (tempat ditemukannya) dan provenance (di mana benda itu berada sejak ditemukan). Dalam beberapa kasus, terutama bila ada prasasti, asal-usulnya mungkin mencakup sejarah yang mendahului penguburannya di dalam tanah, serta sejarahnya setelah ditemukan kembali.