Mujaddid (bahasa Arab: مجدد) dalam Islam adalah seorang pembaharu yang diberi tugas untuk menghapus kesalahan-kesalahan yang telah terjadi di kalangan umat Islam. Tugas mereka adalah menunjukkan kepada orang-orang kebenaran agama yang agung yang akan diminta untuk dihadapi oleh komunitas Muslim. Menurut tradisi Muslim yang populer, ini mengacu pada seseorang yang muncul pada setiap pergantian abad kalender Islam untuk menghidupkan kembali Islam, membersihkannya dari unsur-unsur asing dan mengembalikannya ke kemurniannya yang murni. Di zaman kontemporer, seorang mujaddid dipandang sebagai Muslim terbesar dalam satu abad.

Ikhtilaf (perbedaan pendapat) ada di antara para ahli hadis. Para ulama dan sejarawan seperti Al-Dhahabi dan Ibn Hajar al-Asqalani telah menafsirkan bahwa istilah mujaddid juga dapat dipahami sebagai jamak, sehingga merujuk kepada sekelompok orang.

Kata Arab mujaddid berarti "pembaharu", "pembaharu" atau "regenerator". Ia adalah seseorang yang menghidupkan kembali dan mengubah agama. Konsep tajdid (pembaharuan atau kebangkitan kembali) dan istilah mujaddid berasal dari sebuah hadis, pernyataan Nabi Muhammad. Hadis ini ditulis oleh Abu Dawood dalam Sunan-nya, salah satu dari enam koleksi otoritatif Sunni tentang pernyataan Nabi. Dalam hadits ini, Nabi berkata:

"Allah akan membangkitkan bagi komunitas ini pada akhir setiap seratus tahun orang yang akan merenovasi agamanya untuknya."

Mujaddid bisa termasuk ulama terkemuka, penguasa yang saleh dan komandan militer.