Mercedes dalam balap motor Grand Prix (1930-an-1955)
Mercedes-Benz pertama kali berkompetisi dalam balap motor Grand Prix pada tahun 1930-an. Mobil Silver Arrows oleh Mercedes-Benz dan saingannya Auto Union adalah mobil balap terbaik. Kedua tim tersebut didanai secara besar-besaran oleh rezim Nazi. Mereka memenangkan semua Kejuaraan Grand Prix Eropa setelah tahun 1932. Rudolf Caracciola memenangkan tiga kejuaraan untuk Mercedes-Benz.
Pada tahun 1954 Mercedes-Benz kembali membalap di seri f1 saat ini dengan menggunakan Mercedes-Benz W196 yang canggih (foto). Mobil ini dijalankan dalam bentuk roda terbuka dan streamline (body work yang menutupi roda). Juan Manuel Fangio, juara sebelumnya pada musim 1951 dipindahkan pada pertengahan musim dari Maserati ke Mercedes-Benz untuk debut mereka di Grand Prix Prancis pada 4 Juli 1954. Tim ini langsung sukses dengan kemenangan 1-2 (menempati posisi pertama dan kedua) bersama Fangio dan Karl Kling. Mereka juga mencatatkan lap tercepat dalam lomba bersama (Hans Herrmann). Fangio kemudian memenangkan tiga balapan lagi pada tahun 1954, dan memenangkan Kejuaraan Dunia Formula Satu.
Mereka terus meraih sukses pada musim 1955, di mana mobil yang sama digunakan lagi. Mercedes mendominasi musim, dengan Fangio memenangkan empat balapan, dan rekan setim barunya Stirling Moss memenangkan Grand Prix Inggris. Fangio dan Moss finis pertama dan kedua di Kejuaraan Dunia 1955. Kecelakaan mengerikan di Le Mans 24 Jam 1955 pada 11 Juni menewaskan pembalap Mercedes Pierre Levegh dan lebih dari 80 penonton. Kecelakaan ini menyebabkan pembatalan Grand Prix Prancis, Jerman, Spanyol, dan Swiss tahun itu. Mercedes-Benz menarik diri dari olahraga motor, termasuk Formula Satu, pada akhir musim 1955.
Perusahaan ini kembali ke Formula Satu pada tahun 1993 dengan memasok mesin untuk tim Sauber secara tidak resmi. Tahun berikutnya, kemitraan ini diresmikan. Untuk tahun 1995, Mercedes berganti tim dan mulai memasok mesin ke McLaren. Mercedes juga membeli sebagian kecil dari McLaren. McLaren memenangkan tiga kejuaraan pembalap dan satu kejuaraan konstruktor antara 1995 dan 2009. Pada tahun 2009, Mercedes mulai memasok mesin ke tim Brawn GP dan Force India. Pada tahun 2009, Brawn memenangkan kejuaraan pembalap dan konstruktor.
Pra-Mercedes
Tim Mercedes saat ini dapat ditelusuri kembali ke tim Tyrrell Racing yang sudah lama berjalan. Tyrrell berkompetisi sebagai konstruktor dari tahun 1970 hingga 1998. Pada tahun 1999, Tyrrell menjadi British American Racing (BAR). BAR membentuk kemitraan dengan Honda, dan menjadi Honda Racing F1 Team pada tahun 2006. Pada bulan Desember 2008, Honda memutuskan untuk meninggalkan balap Formula Satu, dan Brawn GP, dibentuk dari Tim Honda. Hubungan Brawn dengan Mercedes dimulai ketika tim memilih untuk menggunakan mesin Mercedes FO 108W pada menit-menit terakhir. Mercedes membutuhkan izin khusus untuk memasok mesin ke Brawn. Peraturan Formula Satu pada saat itu hanya mengizinkan pemasok mesin untuk memasok dua tim. Mercedes sudah memasok mesin untuk McLaren dan Force India.
Brawn memenangkan balapan pertama yang diikutinya di Grand Prix Australia 2009. Jenson Button memenangkan enam dari tujuh balapan pertama mereka musim ini, dan memenangkan Kejuaraan Dunia 2009. Rekan satu timnya, Rubens Barrichello, menang di Valencia dan Italia. Baik Button dan Brawn kemudian mengamankan gelar Juara Dunia Pembalap dan Konstruktor dalam balapan di Brasil, balapan terakhir musim ini. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah enam puluh tahun olahraga ini, sebuah tim memenangkan gelar juara pembalap dan konstruktor di musim perdananya (pertama).