Seni konseptual adalah seni di mana konsep atau gagasan yang terlibat dalam karya lebih penting daripada masalah estetika dan material tradisional. Banyak dari karya-karya ini, kadang-kadang disebut instalasi, dapat dibangun oleh siapa saja hanya dengan mengikuti serangkaian instruksi tertulis. Metode ini sangat mendasar bagi salah satu yang pertama kali muncul di media cetak:

"Dalam seni konseptual, ide atau konsep adalah aspek terpenting dari karya tersebut. Ketika seorang seniman menggunakan bentuk seni konseptual, itu berarti bahwa semua perencanaan dan keputusan dibuat sebelumnya dan eksekusi adalah urusan yang asal-asalan. Gagasan menjadi mesin yang membuat karya seni".

Seni konseptual bahkan mempertanyakan hakikat seni. Joseph Kosuth mengangkat hal ini menjadi definisi seni itu sendiri dalam manifesto awal seni konseptualnya.

Gagasan bahwa seni harus memeriksa sifatnya sendiri sudah menjadi bagian dari visi kritikus seni Clement Greenberg tentang seni modern selama tahun 1950-an. Dengan munculnya seni berbasis bahasa eksklusif pada tahun 1960-an, bagaimanapun, seniman konseptual memulai analisis seni yang jauh lebih radikal daripada yang sebelumnya dilakukan. Salah satu hal pertama yang mereka pertanyakan adalah asumsi bahwa peran seniman adalah menciptakan jenis objek material khusus.

Seni konseptual berarti semua seni kontemporer yang tidak menggunakan keterampilan tradisional seni lukis dan patung.