Chemtrail adalah jejak bahan kimia yang ditinggalkan oleh pesawat terbang di ketinggian. Menurut teori konspirasi, bahan kimia tersebut dikatakan sengaja disemprotkan untuk alasan yang dirahasiakan oleh pemerintah. Sebagian besar ilmuwan dan pekerja di industri penerbangan mengatakan bahwa jejak yang ditinggalkan oleh pesawat hanyalah bentuk kondensasi. Ini disebut contrails (jejak kondensasi).

Orang-orang yang mempercayai teori tersebut telah berspekulasi tentang tujuan apa yang mungkin dilakukan oleh chemtrails. Ada yang mengatakan bahwa itu untuk mengubah cuaca atau menghentikan pemanasan global. Yang lain mengatakan bahwa itu adalah untuk mengendalikan populasi dengan menyebarkan bahan kimia yang berbahaya bagi sistem reproduksi manusia. Beberapa versi teori yang lebih baru mengatakan bahwa chemtrails disebarkan oleh perusahaan-perusahaan yang membuat tanaman yang dimodifikasi secara genetik (GMO). Chemtrails diduga mengandung herbisida yang hanya akan membunuh tanaman normal (organik) dan tidak akan mempengaruhi tanaman yang dimodifikasi secara genetik.

Beberapa orang mengklaim bahwa pesawat yang dimodifikasi secara khusus, yang konon dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah, diperlukan untuk menciptakan chemtrail. Bahan kimia dikatakan berasal dari mesin atau dari nozel khusus di pesawat. Dalam beberapa versi teori, bahan kimia tersebut dikatakan sebagai barium atau senyawa barium, tetapi dalam versi lain itu adalah aluminium oksida, atau campuran senyawa barium dan aluminium oksida.

Chemtrails tidak sama dengan penyemprotan bahan kimia dalam jarak pendek pada ketinggian rendah, seperti pemadaman kebakaran udara atau pembasmian hama tanaman.